Wednesday, December 27, 2017

Kaleidoskop 2017-ku


Tak terasa, tahun 2017 akan berlalu. Flashback ke awal tahun baru lalu, seperti biasa, di awal tahun aku ikut-ikutan bikin resolusi. Resolusi pertama, mengakhiri masa-masa "menyendiri". Resolusi kedua, berbagi setidaknya enam tulisan di blog.

Tulisan kali ini adalah kilas balik pengalaman-pengalamanku di tahun 2017 yang aku anggap paling menarik di setiap bulannya. Kompilasi foto dari handphone yang sudah ter-backup di laptop cukup membantuku untuk mengingat kembali kejadian-kejadian berikut ini:

Januari
Akhir tahun 2016, aku, bapak dan mama berangkat ke Jakarta. Agenda utama ke sana adalah penjajakan awal pernikahan si akang, kami pun bertahun baru di sana. Di acara malam pergantian tahun, dapat kabar, sistem kelistrikan Sumbagut blackout. Sumut dan Aceh padam total. Pemulihan memakan waktu hampir 2 hari. Yang menarik saat itu, karena sesuatu hal dan hal lain, aku dapat WA japri dari GM.

Februari
Tanggal 16 sekitar jam 10 malam dapat kabar dari lapangan tiang(listrik) tumbang akibat tertimpa pohon rambung merah. Awalnya, aku kira gangguan biasa, secara pohon rambung (karet) ukurannya tidak terlalu besar. Dan ternyata, rambung merah itu bukan pohon karet dengan getah berwarna merah seperti yang kubayangkan, rambung merah itu nama lain dari pohon beringin. Pemulihan dikerjakan saat itu juga dan akhirnya selesai jam 10 pagi.

Maret
Dapat kiriman saxophone dari om-om asal Bojonegoro sebut saja namanya @masbram_masbram. Langsung deh dijajal, berkat latihan dan kerja keras yang tidak tiada henti, akhirnya aku bisa membawakan melodi lagu "Hening Cipta" dan "Are You Sleeping Brother John" dengan agak fasih.

April
Setelah bertahun-tahun tidak berkunjung, akhirnya aku menyempatkan diri berkunjung ke kampung, Desa Urat, Samosir. Tidak banyak yang berubah dengan kampung opung. Hanya saja, didapat kabar, jalan lingkar Samosir akan diperlebar. Halaman rumah opung yang tidak seberapa itu termasuk bagian yang "dikorbankan" dari rencana tersebut.

Mei
Masa-masa mbribik cewek, sebut saja nama bribikannya Adind*. Setelah berjuang dengan usaha yang tidak seberapa, akhirnya kandas di seperdelapan jalan. Bulan-bulan berikutnya beberapa nama lain diupayakan, namun kebanyakan hasilnya sama sahaja.

Juni
Di awal bulan, untuk beberapa hari kami sekeluarga berkunjung ke Jakarta Bekasi serta di akhir bulan aku pulang ke Tarutung. Acara tunangan dan pernikahan abang.

Juli
Perpisahan dengan manajer lama, Pak Abdi Mujiono dan penyambutan manajer baru Bu Wielda S. Nova. Manajer dari jaman dan gaya yang berbeda. Senang sekali bisa dipimpin dan dibimbing oleh beliau-beliau tersebut.

Halal bi halal KAGAMA Sumut bertajuk "Dari Bulaksumur untuk Sumatera Utara". Acara diisi dengan seminar yang di antaranya dibawakan oleh Gubernur Sumut dan Ketua PP Kagama/ Gubernur Jawa Tengah.

Agustus
Survei listrik desa ke Nagori Mariring, Kabupaten Simalungun. Perkampungan dengan sekitar 30 KK dan semuanya belum berlistrik. Selain jaraknya yang lumayan jauh, medan untuk mencapai lokasi juga cukup ekstrim.

Real Madrid mengalahkan Barcelona sebanyak dua kali dalam tajuk Piala Super Spanyol. Senang kali aku dabah.

September
Bulan lahir. Pulang ke Tarutung buat merayakan ulangtahun bersama bapak dan mama.

Oktober
Dapat keramik sisa dari pekerjaan rehab kantor jaga Negeri Dolok, ruangan kerjaku di-keramik-in agar kerja lebih nyaman.

Penggantian kubikel gardu hubung PLN Dolok Masihul. Kubikel lama yang katanya dipasang sejak tahun 1996 akhirnya diganti dengan kubikel baru.

November
Kunjungan Presiden Jokowi ke Dolok Masihul. Dapat tugas menjaga pasokan listrik. Persiapan hingga hari-H sekitar 6 hari. Cukup menguras tenaga, pikiran, mental dan materi, iya materi....

Desember
Bulan baik. Hari Natal dan Anita Silaban.

Demikian tulisan ini disampaikan, resolusi 2017 berhasil digapai. Terimakasih kepada Tuhan, walau banyak dosa dan pelanggaran yang kuperbuat di tahun ini, kasih sayangnya yang begitu besar senantiasa mengiringi langkahku. Terimakasih juga buat orangtua, saudara, kerabat, dll yang tidak dapat aku sebut 1/1 yang mewarnai perjalanan hidupku di tahun 2017 ini. Selamat menyongsong tahun baru 2018. God bless us.

Tuesday, October 31, 2017

"Pendekatan" melalui Pendekatan the 4DX


Tulisan ini saya dedikasikan bagi semua pria jomblo (sambil nunjuk ke kantong kemeja sendiri) yang kebanyakan waktunya habis sia-sia dengan berandai-andai, tidak ada action dan tanpa ada target yang jelas.

"Pendekatan" sering disingkat dengan PDKT (baca: pedekate) adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seorang insan untuk menarik hati lawan jenisnya agar dapat dijadikan sebagai pasangan hidup yang selanjutnya disebut dengan pacar atau suami/istri.

The 4DX adalah salah satu strategi yang dilakukan untuk mencapai suatu target tertentu dengan menerapkan disiplin-disiplin eksekusi. Metode 4DX sendiri adalah suatu hasil riset yang dituangkan dalam buku berjudul The 4 Disciplines of Execution oleh Sean Covey dkk. Sean Covey itu sendiri adalah anak dari Stephen Covey, penulis buku legendaris The 7 Habits of Highly Effective People. Kedua buku ini masih beredar di toko buku gramedia, silakan dicari.
Kata "salah satu" saya cetak tebal untuk menyatakan bahwa ada banyak jalan menuju Rome, dalam hal mensukseskan PDKT, ada banyak cara lain yang dapat Anda lakukan.
Langsung saja, bagaimana melakukan "pendekatan" melalui pendekatan the 4DX. Check it out.

Disiplin 1 - Fokus pada sasaran yang paling penting
Pada disiplin yang pertama ini, eksekutor dalam hal ini diri Anda sendiri, diarahkan agar fokus pada sasaran terpenting (wildly important goal/WIG) dan WIG tersebut tidak boleh lebih dari dua. Berbeda dengan kondisi pada suatu organisasi (cth: perusahaan) yang memiliki banyak sasaran untuk mencapai kinerja unggul. Yang mana, untuk menentukan WIG perlu dilakukan pengujian berulang untuk menentukan sasaran terpenting. WIG dalam konteks PDKT sudah sangat jelas. Katakanlah Anda memulai PDKT hari ini, saya bantu Anda untuk membuat WIG: "menjadikan Bunga (nama samaran) menjadi pacar di akhir bulan Desember 2017". Untuk hal ini sasarannya cukup satu saja yah, cukup Bunga saja.

Disiplin 2 - Bertindak pada lead measure
Act on the lead measure. Begini, semua action yang kita lakukan dapat diukur, baik itu secara kuantitatif maupun kualitatif. Pengukuran tersebut dapat berupa lag measure dapat pula berupa lead measure. Dalam konteks PDKT, lag measure adalah goal itu sendiri (mendapatkan hati Bunga) sedangkan lead measure adalah langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan untuk mencapai goal. Apa lead measure yang perlu dilakukan untuk mendapatkan Bunga?, berikut saya berikan contoh:

- Lead Measure 1: Chatting untuk tanya kabar (4 kali dalam sehari)
- Lead Measure 2: Telepon setiap malam (1 kali dalam sehari)
- Lead Measure 3: Makan bersama (3 kali dalam seminggu)
- Lead Measure 4: Nonton bioskop (2 kali dalam seminggu)
- Lead Measure 5: Memberikan kado (2 kali dalam sebulan)

Lead measure di atas hanyalah contoh, Anda dapat googling action lain. Pada intinya, setiap action harus konkrit tidak boleh abstrak (contoh yang abstrak misalnya aku akan memberinya perhatian setiap hari, aku akan menjaga perasaannya, dan lain-lain). Selain aksi menjadi lebih terarah, lead measure tersebut akan membuat Anda lebih baik dalam memanajemen waktu dan bahkan Anda dapat menyusun anggaran untuk melaksanakan aksi tersebut.

Disiplin 3 - Menggunakan papan skor secara terus menerus
Pernahkah Anda bermain futsal tanpa papan skor?. Saya pastikan 80%, Anda tidak punya motivasi yang begitu besar dalam mencapai kemenangan. Kondisi akan berbeda ketika pada pertandingan menggunakan papan skor. Ketika dalam posisi kalah, Anda akan berupaya untuk mengejar ketertinggalan, sebaliknya ketika posisi di atas, Anda akan berupaya untuk mempertahankan kemenangan dan juga memperbesar selisih gol. Dalam konteks PDKT, setiap action (lead measure) yang telah disusun kemudian dituangkan dalam papan skor (scoreboard) yang terpisah dan mudah Anda pahami.

Scoreboard yang bagus menurut saya adalah dalam bentuk grafik yang menunjukkan pencapaian lead measure harian Anda dalam mencapai target bulanan. Satu hal yang penting, scoreboard harus dibuat dengan menggunakan tangan (bukan melalui cetakan komputer).

Disiplin 4 - Menciptakan irama pertanggungjawaban
Disiplin keempat, create a cadence of accountability. Dalam mencapai goal, acapkali kita terlena sehingga lama kelamaan kita lost-vision. Dalam organisasi, disiplin ini relatif lebih mudah dilaksanakan. Dengan banyaknya anggota dan adanya atasan maka satu sama lain dapat saling mengingatkan. Contoh penerapannya adalah dengan melaksanakan WIG session. Setiap anggota akan mempresentasikan perkembangan lead measure yang telah ia kerjakan. Ketika dalam posisi tertinggal misalnya, atasan akan mengarahkan untuk pencarian akar permasalahan berikut dengan solusinya. Begitu seterusnya, sehingga anggota bertanggungjawab pada tugasnya masing-masing. Dalam hal PDKT, Anda menjadi pejuang sendiri, irama pertanggungjawaban harus Anda tumbuhkan sendiri. Keputusan ada pada diri Anda. Saya rasa Anda, pembaca yang budiman adalah lelaki yang bertanggungjawab. Jika Anda memang mencintai Bunga, create a cadence of your accountability.

Akhir kata saya sampaikan mohon maaf apabila ada kata yang tidak berkenan dan semoga Anda bisa mendapatkan Bunga di akhir tahun 2017 ini. Amin.

Monday, September 18, 2017

Perbaikan Putaran Fasa (Listrik 3 Fasa)


Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam sistem kelistrikan tiga fasa adalah putaran fasanya. Dalam kondisi normal, arah putaran fasa adalah sesuai arah jarum jam (clockwise).

Arah putaran fasa ini penting untuk diperhatikan baik di sisi penyedia tenaga listrik (cth: PLN) maupun di sisi pemakai (pelanggan). Di sisi penyedia, pengukuran pemakaian pelanggan akan menjadi marambalangan, pada beberapa kWhmeter 3 fasa model lama, stand angka pengukuran akan bergerak mundur, tagihan tidak sesuai/rugi. Di sisi pelanggan, khususnya untuk beban 3 fasa, apabila putaran fasa terbalik, eskalator yang seharusnya naik malah turun, conveyor yang harusnya mengangkut barang mendekat ke suatu titik malah menjauh, pompa yang seharusnya menyedot malah mendorong, dan banyak contoh lainnya.

Oh iya, selain melalui gejala yang tampak pada beban, arah putaran fasa dapat diketahui pada sisi sumber listrik dengan menggunakan alat: phase sequence indicator.

Nah apa yang harus dilakukan ketika putaran fasa terbalik?. Perhatikan ilustrasi berikut terlebih dahulu.



Putaran fasa yang normal adalah seperti gambar di atas.
1. R - S - T atau
2. S - T - R atau
3. T - R - S


Sedangkan putaran fasa yang terbalik adalah sebagai berikut


4. R - T - S atau
5. T - S - R atau
6. S - R - T

Dari ilustrasi di atas, dapat diketahui normalisasi putaran fasa yang terbalik cukup dengan menukar sepasang fasa, ingat yah cukup satu pasang saja.

.
Contoh seperti ilustrasi di atas. Sepasang fasa yakni, S dan T ditukar, arah putaran fasa menjadi R - S - T.

Ringkasnya sila perhatikan ilustrasi berikut:


Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.

Thursday, August 10, 2017

Gembira Berbagi


Maaf apabila dalam tulisan kali ini, kesannya agak pamer. Jadi ceritanya, beberapa hari terakhir ini aku dapat email dari pembaca. Mereka bertanya tentang tutorial software yang kerap aku posting di sini.

Ada kesenangan tersendiri ketika para pembaca blog berinteraksi langsung dengan penulis. Apa yang kubagikan selama ini ternyata ada faedahnya bagi orang lain. Persis seperti youtubers kali yah, mereka pasti senang apabila subscribers, viewers dan/atau komen para warganet meramaikan kanal youtubenya.

Nah, kali ini aku ingin posting beberapa screenshoot email para pembaca blogku. Selain bikin tulisannya gak susah-susah amat, lumayan jugalah buat nambah postingan di blog ini, heheh.


▲Email pembaca teranyar ini. Keduanya minta file saja, jadi ndak repotin amatlah.


▲Masnya minta nomor WA, udah ta kasih. Seingat aku, gak ada komunikasi lanjut sih.

▲Kebetulan saya belum belajar topik harmonik. Jadinya ga ta bales. Maaf yo mas, saya sombong.
▲Tadinya lupa kirim pesanannya. Akhirnya saya rapel kirimannya bersama 2 email terbaru di atas. Maaf yah mas, semoga kirimannya ndak basi.
▲Masih sama, dirapel. Kiriman saya sepertinya sudah basi.
Selamat siang, coba dicek Imp/model, inersia, exciter dan governornya. Idealnya, generator yang diparalel memiliki spesifikasi yang identik. Demikian Pak. Terimakasih.

Wis ngono thok.

▲Senang bisa membantu, lebih senang lagi didoain sama orang lain.

▲Baru saja aku cek di sent item email. Saya janjinya bakal ngirimin file yang diminta. Besok aja dah ta kirim.

▲Paling intens komunikasi yah sama mba ini. Mungkin karena lawan jenis yah, jadi komunikasinya agak lebih gimana gitu. Mbaknya gak lupa ngucapin terimakasih saat lulus sidang skripsi. Sukses selalu yo mba.
▲Emailnya nggantung. Terimakasih atas kunjungannya, mas.
▲Kakak senior ini. Mohon maaf Pak, karena satu hal dan hal yang lain. Saya lupa balas.
▲Uwong Yunani. Ngomong English, susah njawabnya. Lagi-lagi saya cuekin.
▲Perkenalkan namaku Selasa, hahah. Mungkin tulisan yang beliau lihat dipost pada hari Selasa. Terimakasih mister, blogku dijadiin referensi.
▲Cuek & sombong mode : ON
▲Cuek & sombong mode : ON
▲Load flow dan power flow itu sama. Dalam bahasa Indonesia disebut aliran daya. Maafkan saya mba, saya gak balas emailnya.
▲Pakde ini adalah orang pertama yang bertanya tentang tulisanku di blog. Calon doktor dari salah satu kampus di Inggris. Pandai kali awak ngejawab pertanyaannya, pake bahasa Inggris pulak tu. --SELESAI--

Ternyata ada banyak email pembaca yang aku abaikan. Maafkan aku yah para pembaca.

Terima kasih atas kunjungannya. Salam berbagi!!

Tuesday, July 18, 2017

Bapakku


Sebelumnya kami merayakan ulangtahun Bapak setiap 17 September. Perayaan ulangtahun Bapak biasanya dirapel dengan ulangtahunku yang jatuh pada tanggal 19 September (tolong dicatat yah teman-teman!). Potong ayam (peliharaan) dan doa syukur, begitulah cara lazim kami merayakannya. Dan tahun ini, bapak genap berumur 67 tahun.

Beberapa tahun belakangan, terungkap bahwa ulangtahun bapak sebenarnya adalah tanggal 17 Juli. Hal ini kami ketahui setelah membuka surat baptis sidi bapak. Secara hukum (by KTP/KK) umur bapak masih 64 tahun, lahir pada tanggal 17 September 1953. Namun de facto-nya bapak lahir pada tanggal 17 Juli 1950. Mungkin ini "ulah" almarhum/ah opung dulu yang ingin mempermuda umur bapak, namun tulisan bulannya accidently exchanged. Jadilah ucapan selamat untuk ulangtahun bapak dilakukan dua kali setahun.

Pada postingan ini, aku tulis 7 cerita tentang bapak.

1. Ditinggal saat masih balita dan masih lajang
Opung boru (mama kandungnya bapak) meninggal dunia saat bapak masih balita. Jangankan mama atau kami anak-anaknya, bapak saja mungkin tidak punya ingatan yang jelas tentang opung boru. Opung doli kemudian meninggal sebelum bapak menikah. Mama, abang, aku, dan kedua adekku sama sekali tidak mengenali orangtua kandung bapak. Poto mereka pun tak ada. Berbahagialah Anda yang masih memiliki kakek-nenek dan orangtua. Dan yang sudah ditinggal oleh orangtua, tetap semangat yah, teman.

2. Bapak "terlambat" menikah
Bapak dan mama menikah pada tanggal 24 November 1986. Umur bapak pada saat itu 36 tahun, sedangkan mama 20 tahun. Hahah. Cemmana yah bilangnya, itulah namanya jodoh, hahah. Yang belum berjodoh sampai sekarang, sabar yah.

"Sabar... Menanti jawaban kadang memerlukan kesabaran, bukan hanya jawabannya yang penting... watak kita perlu disiapkan untuk menerima jawaban itu". (Status fb Gunawan S. Haryono - 2013)

3. Bapak "terlambat" punya anak
Abangku (anak pertama bapak) hadir dalam keluarga setelah tiga tahun dinanti-nantikan. Lahir di akhir tahun 1989, bapak menjadi benar-benar bapak di umur 39. Aku lahir di umurnya yang ke 41, Octa di umur 44 dan Chandra di umur 47. Tahun 2009, aku mulai kuliah dan di saat yang sama bapak pensiun dari PNS. Orang berkata: "jangan kelamaan nikah, kasihan anaknya ntar, kita pensiun, anak baru aja masuk sekolah". Pernyataan itu tidak sepenuhnya benar loh. Hidup masing-masing orang itu adalah unik.

4. Bapak sering ngigau pas tidur
Dulu aku sama abang sering nyuri-nyuri nonton bola saat dini hari. Volume TV dikecilin, lampu tetap mati. Aman. Di saat-saat tersebut, gak jarang suara ngigau bapak terdengar dari kamar. Ngigaunya agak-agak seram gimana gitu. Macam orang lagi berantam (berkelahi).

5. Bapak PNS, kantornya di ladang
Aku lupa kapan persisnya kantor bapak pindah ke ladang. Sampai akhirnya bapak pensiun, rutinitas bapak setiap hari adalah ngantar aku ama abang ke sekolah, ngabsen ke kantor terus lanjut kerja ke ladang, gabutttt. Ya Tuhan, ampunilah kesalahan bapakku. Eh maaf, kok doa di sosmed?.

6. Bapak itu tekun/telaten dan responsif
Jujur saja, keahlian bapak dalam pekerjaan memang bisa dibilang kurang. Baik itu pekerjaan di kantor maupun kerja di ladang, hahah. Tapi ada satu keahlian bapak yang tidak tersaingi oleh kami, ngetik pake mesin ketik. Bapaklah jagoannya. Kita semua tahu dan sadar semua orang pasti punya kekurangan dan juga kelebihan. Begitu juga bapak. Bapak itu orangnya tekun dan responsif, pekerjaannya akan segera ditindaklanjuti hingga selesai. Contoh kecilnya, apa yang kami minta dikirimkan dari kampung ke perantauan, pasti cepat nyampenya. Berkat ketelatenannya juga, bapak jadi orang kepercayaan dalam acara-acara adat.

7. Bapak sehat dan kuat
Ceritanya bapak itu, dulu sekolahnya jalan kaki dari Urat ke Mogang (lumayan jauh), sarapannya sambil jalan: manggallang gadong (mangan telo). Pulang sekolah lanjut marmahan horbo (menggembala kerbau). Biasa aja sih ya?? Mungkin orangtua teman-teman pembaca atau bahkan pembaca sendiri juga mengalami hal yang sama.
Bapak sehat dan kuat?. Ya. Tahun 2015 kemarin, aku bawa bapak medical check up ke Pramita. Malam sebelumya, bapak puasa. Hari-H, setelah general check up, bapak ditawarin tes kardio. Aku setuju. Treadmill lebih dari setengah jam. Selanjutnya, konsultasi hasil test dengan dokter labnya. "Bapaknya adek kerja sehari-hari apa?, umur segini kok masih kuat yah?". "Iya bu, kesehariannya berladang". Singkat cerita, aku malah diberi wejangan agar bergaya hidup sehat seperti bapak. Dalam hati, "loh bu, yang periksa kan bapakku bukan aku". --SELESAI--

Ini dia foto bapakku yang paling update. Diambil pas nikahan abang tanggal 30 Juni lalu. Masih tampak muda yah, tampak seumuran ama mama. Semoga beliau tahun depan dapat cucu dan semoga anak keduanya segera menikah. Amin.

Demikianlah tulisan ini saya perbuat, kalau bapak baca, aku mau ngucapin selamat ulangtahun yang ke 67 buat bapak. Sehat selalu Pak. Panjang umur. Dari Nathan, si jugul baut.

About me

My Photo
Nathan Sitohang
I'm a Bataknese Christian.
I was born in Tarutung, North Sumatera.
In 2009, I moved to Jogja to attend college for 4 years.
I am currently work in a small city at North Sumatera.
View my complete profile