Thursday, August 10, 2017

Gembira Berbagi


Maaf apabila dalam tulisan kali ini, kesannya agak pamer. Jadi ceritanya, beberapa hari terakhir ini aku dapat email dari pembaca. Mereka bertanya tentang tutorial software yang kerap aku posting di sini.

Ada kesenangan tersendiri ketika para pembaca blog berinteraksi langsung dengan penulis. Apa yang kubagikan selama ini ternyata ada faedahnya bagi orang lain. Persis seperti youtubers kali yah, mereka pasti senang apabila subscribers, viewers dan/atau komen para warganet meramaikan kanal youtubenya.

Nah, kali ini aku ingin posting beberapa screenshoot email para pembaca blogku. Selain bikin tulisannya gak susah-susah amat, lumayan jugalah buat nambah postingan di blog ini, heheh.


▲Email pembaca teranyar ini. Keduanya minta file saja, jadi ndak repotin amatlah.


▲Masnya minta nomor WA, udah ta kasih. Seingat aku, gak ada komunikasi lanjut sih.

▲Kebetulan saya belum belajar topik harmonik. Jadinya ga ta bales. Maaf yo mas, saya sombong.
▲Tadinya lupa kirim pesanannya. Akhirnya saya rapel kirimannya bersama 2 email terbaru di atas. Maaf yah mas, semoga kirimannya ndak basi.
▲Masih sama, dirapel. Kiriman saya sepertinya sudah basi.
Selamat siang, coba dicek Imp/model, inersia, exciter dan governornya. Idealnya, generator yang diparalel memiliki spesifikasi yang identik. Demikian Pak. Terimakasih.

Wis ngono thok.

▲Senang bisa membantu, lebih senang lagi didoain sama orang lain.

▲Baru saja aku cek di sent item email. Saya janjinya bakal ngirimin file yang diminta. Besok aja dah ta kirim.

▲Paling intens komunikasi yah sama mba ini. Mungkin karena lawan jenis yah, jadi komunikasinya agak lebih gimana gitu. Mbaknya gak lupa ngucapin terimakasih saat lulus sidang skripsi. Sukses selalu yo mba.
▲Emailnya nggantung. Terimakasih atas kunjungannya, mas.
▲Kakak senior ini. Mohon maaf Pak, karena satu hal dan hal yang lain. Saya lupa balas.
▲Uwong Yunani. Ngomong English, susah njawabnya. Lagi-lagi saya cuekin.
▲Perkenalkan namaku Selasa, hahah. Mungkin tulisan yang beliau lihat dipost pada hari Selasa. Terimakasih mister, blogku dijadiin referensi.
▲Cuek & sombong mode : ON
▲Cuek & sombong mode : ON
▲Load flow dan power flow itu sama. Dalam bahasa Indonesia disebut aliran daya. Maafkan saya mba, saya gak balas emailnya.
▲Pakde ini adalah orang pertama yang bertanya tentang tulisanku di blog. Calon doktor dari salah satu kampus di Inggris. Pandai kali awak ngejawab pertanyaannya, pake bahasa Inggris pulak tu. --SELESAI--

Ternyata ada banyak email pembaca yang aku abaikan. Maafkan aku yah para pembaca.

Terima kasih atas kunjungannya. Salam berbagi!!

Tuesday, July 18, 2017

Bapakku


Sebelumnya kami merayakan ulangtahun Bapak setiap 17 September. Perayaan ulangtahun Bapak biasanya dirapel dengan ulangtahunku yang jatuh pada tanggal 19 September (tolong dicatat yah teman-teman!). Potong ayam (peliharaan) dan doa syukur, begitulah cara lazim kami merayakannya. Dan tahun ini, bapak genap berumur 67 tahun.

Beberapa tahun belakangan, terungkap bahwa ulangtahun bapak sebenarnya adalah tanggal 17 Juli. Hal ini kami ketahui setelah membuka surat baptis sidi bapak. Secara hukum (by KTP/KK) umur bapak masih 64 tahun, lahir pada tanggal 17 September 1953. Namun de facto-nya bapak lahir pada tanggal 17 Juli 1950. Mungkin ini "ulah" almarhum/ah opung dulu yang ingin mempermuda umur bapak, namun tulisan bulannya accidently exchanged. Jadilah ucapan selamat untuk ulangtahun bapak dilakukan dua kali setahun.

Pada postingan ini, aku tulis 7 cerita tentang bapak.

1. Ditinggal saat masih balita dan masih lajang
Opung boru (mama kandungnya bapak) meninggal dunia saat bapak masih balita. Jangankan mama atau kami anak-anaknya, bapak saja mungkin tidak punya ingatan yang jelas tentang opung boru. Opung doli kemudian meninggal sebelum bapak menikah. Mama, abang, aku, dan kedua adekku sama sekali tidak mengenali orangtua kandung bapak. Poto mereka pun tak ada. Berbahagialah Anda yang masih memiliki kakek-nenek dan orangtua. Dan yang sudah ditinggal oleh orangtua, tetap semangat yah, teman.

2. Bapak "terlambat" menikah
Bapak dan mama menikah pada tanggal 24 November 1986. Umur bapak pada saat itu 36 tahun, sedangkan mama 20 tahun. Hahah. Cemmana yah bilangnya, itulah namanya jodoh, hahah. Yang belum berjodoh sampai sekarang, sabar yah.

"Sabar... Menanti jawaban kadang memerlukan kesabaran, bukan hanya jawabannya yang penting... watak kita perlu disiapkan untuk menerima jawaban itu". (Status fb Gunawan S. Haryono - 2013)

3. Bapak "terlambat" punya anak
Abangku (anak pertama bapak) hadir dalam keluarga setelah tiga tahun dinanti-nantikan. Lahir di akhir tahun 1989, bapak menjadi benar-benar bapak di umur 39. Aku lahir di umurnya yang ke 41, Octa di umur 44 dan Chandra di umur 47. Tahun 2009, aku mulai kuliah dan di saat yang sama bapak pensiun dari PNS. Orang berkata: "jangan kelamaan nikah, kasihan anaknya ntar, kita pensiun, anak baru aja masuk sekolah". Pernyataan itu tidak sepenuhnya benar loh. Hidup masing-masing orang itu adalah unik.

4. Bapak sering ngigau pas tidur
Dulu aku sama abang sering nyuri-nyuri nonton bola saat dini hari. Volume TV dikecilin, lampu tetap mati. Aman. Di saat-saat tersebut, gak jarang suara ngigau bapak terdengar dari kamar. Ngigaunya agak-agak seram gimana gitu. Macam orang lagi berantam (berkelahi).

5. Bapak PNS, kantornya di ladang
Aku lupa kapan persisnya kantor bapak pindah ke ladang. Sampai akhirnya bapak pensiun, rutinitas bapak setiap hari adalah ngantar aku ama abang ke sekolah, ngabsen ke kantor terus lanjut kerja ke ladang, gabutttt. Ya Tuhan, ampunilah kesalahan bapakku. Eh maaf, kok doa di sosmed?.

6. Bapak itu tekun/telaten dan responsif
Jujur saja, keahlian bapak dalam pekerjaan memang bisa dibilang kurang. Baik itu pekerjaan di kantor maupun kerja di ladang, hahah. Tapi ada satu keahlian bapak yang tidak tersaingi oleh kami, ngetik pake mesin ketik. Bapaklah jagoannya. Kita semua tahu dan sadar semua orang pasti punya kekurangan dan juga kelebihan. Begitu juga bapak. Bapak itu orangnya tekun dan responsif, pekerjaannya akan segera ditindaklanjuti hingga selesai. Contoh kecilnya, apa yang kami minta dikirimkan dari kampung ke perantauan, pasti cepat nyampenya. Berkat ketelatenannya juga, bapak jadi orang kepercayaan dalam acara-acara adat.

7. Bapak sehat dan kuat
Ceritanya bapak itu, dulu sekolahnya jalan kaki dari Urat ke Mogang (lumayan jauh), sarapannya sambil jalan: manggallang gadong (mangan telo). Pulang sekolah lanjut marmahan horbo (menggembala kerbau). Biasa aja sih ya?? Mungkin orangtua teman-teman pembaca atau bahkan pembaca sendiri juga mengalami hal yang sama.
Bapak sehat dan kuat?. Ya. Tahun 2015 kemarin, aku bawa bapak medical check up ke Pramita. Malam sebelumya, bapak puasa. Hari-H, setelah general check up, bapak ditawarin tes kardio. Aku setuju. Treadmill lebih dari setengah jam. Selanjutnya, konsultasi hasil test dengan dokter labnya. "Bapaknya adek kerja sehari-hari apa?, umur segini kok masih kuat yah?". "Iya bu, kesehariannya berladang". Singkat cerita, aku malah diberi wejangan agar bergaya hidup sehat seperti bapak. Dalam hati, "loh bu, yang periksa kan bapakku bukan aku". --SELESAI--

Ini dia foto bapakku yang paling update. Diambil pas nikahan abang tanggal 30 Juni lalu. Masih tampak muda yah, tampak seumuran ama mama. Semoga beliau tahun depan dapat cucu dan semoga anak keduanya segera menikah. Amin.

Demikianlah tulisan ini saya perbuat, kalau bapak baca, aku mau ngucapin selamat ulangtahun yang ke 67 buat bapak. Sehat selalu Pak. Panjang umur. Dari Nathan, si jugul baut.

Sunday, June 25, 2017

Mengubah Warna SLD Trafo pada Microsoft Office Excel Menggunakan VBA


Terimakasih atas kunjungan Anda di blog saya. Tulisan berikut merupakan postingan perdana saya di tahun 2017 ini. Sebelum pembahasan, perlu saya sampaikan latar belakang/tujuan saya untuk post tulisan ini:

1.Membangkitkan kembali marwah blog; berdasarkan statistik, pengunjung blog ini cenderung menurun.
2.Mengisi waktu luang di piket lebaran.
3.Berusaha untuk move on, hati saya baru saja mengalami kecelakaan.
4.Penyegaran otak, topik ini saya pelajari saat kerja praktik di masa kuliah dulu. Tepatnya, lima tahun yang lalu.
5.Jargon blog ini: "Mari berbagi dan belajar bersama. Gbu :)"

Contoh file excel topik bahasan kali ini dapat Anda request ke saya via e-mail nathan_te09@hotmail.com.

Baiklah, berikut ini pembahasannya.

1. Tahap awal
-Aktifkan Tab Developer pada Microsoft Office Excel (selanjutnya saya sebut Excel) Anda. Klik Office Button, kemudian pilih Excel Option, lalu centang Show Developer tab in the Ribbon pada opsi Popular.

-File Excel disimpan dalam format Excel Macro-Enabled Workbook (ekstensi *.xlsm)

2. Tahap selanjutnya
Tahapan ini menjelaskan objek yang akan dibahas. Sesuai judul, objek yang dibahas adalah trafo. Warna trafo akan berubah sesuai kriteria berikut ini:
a. Beban < 80% : putih
b. Beban 80% - 100% : kuning
c. Beban > 100% : merah

3. Tahap berikutnya
Tahap berikutnya membuat objek trafo. Caranya: Insert - Pilih Basic Shapes: Oval.
Buat dua buah Oval sehingga membentuk simbol trafo seperti berikut:

Select kedua Oval, kemudian pilih Group pada tab Format (Drawing Tools) agar keduanya menjadi satu objek. Lalu beri nama: Trafo. Selanjutnya, pilih cell untuk menentukan beban trafo.


4. Tahap setelahnya
Jalankan VBA Excel.
a. Masuk tab Developer, lalu pilih tab Visual Basic sehingga muncul sheet code sebagai berikut:

b. Masukkan kode sebagai berikut


c. Run kode tersebut.

5. Tahap terakhir
Uji coba kode yang telah dibuat pada objek trafo. Ubah beban trafo, kemudian cek perubahan warna trafo. Pastikan perubahan sudah sesuai dengan kriteria yang ditentukan.

6. Tahap terakhir yang terakhir
Simpan file dengan format Excel Macro-Enabled Workbook.

SELESAI
Friday, December 23, 2016

Setting dan Wiring Relay ABB Tipe SPAJ 140C


Pertama-tama saya memohon maaf karena tulisan ini tidak berkolerasi dengan judul tautan-nya. Ini hanya trik tipu-tipu saja, barangkali orang-orang lebih tertarik untuk berkunjung ke blog ini. Heheh, ga lucu yah.

Kali ini saya ingin membahas tutuorial untuk setting dan wiring relay ABB SPAJ 140C. Relay ini digunakan untuk proteksi arus lebih (overcurrent) dan arus gangguan ke tanah (earth fault).

Tampak Depan

Nah, untuk melakukan setting/resetting relay ini, kita pencet-pencet dari bagian depan relay yang tampak seperti gambar di atas.

Tampak Belakang

Dan untuk melakukan wiring, kita colok-colok dari bagian belakang relay yang tampak seperti gambar di atas.


Kita mulai dari colok-mencolok terlebih dahulu.

1. Wiring ABB SPAJ 140C
Berikut adalah wiring diagram untuk kombinasi overcurrent dan earth fault relay tipe ini.



Hal selanjutnya yang harus kita lakukan adalah mengabaikan diagram di atas, pusing aku nengoknya. Seperti relay-relay proteksi pada umumnya, SPAJ 140C ini juga memiliki pilihan arus nominal 1A dan 5A.

Dalam case ini, saya pilih arus nominal 1A.
1. Terminal 3 hubungkan ke sekunder CT fasa A
2. Terminal 6 hubungkan ke sekunder CT fasa B
3. Terminal 9 hubungkan ke sekunder CT fasa C
4. Terminal 27 hubungkan ke sekunder CT e'
5. Terminal 1, 4, 7 dan 25 di-couple kemudian hubungkan ke masing-masing referensi nol sekunder CT fasa A, B, C dan e'.
6. Terminal 61 dan 66 di di-couple kemudian hubungkan ke (+) tegangan auxiliary (sumber AC).
7. Terminal 62 hubungkan ke (-) tegangan auxiliary.
8. Dari terminal 65 dihubungkan ke kontaktor sebagai perintah agar PMT trip.

Kita lanjut ke pencet-memencet.

2. Setting/resetting ABB SPAJ 140C
Hal penting yang harus kita ketahui terlebih dahulu adalah ratio CT yang digunakan. Untuk mempermudah pemahaman, saya buat contoh setting OC/EF sebagai berikut:

1. Ratio CT : 400/5

2. Overcurrent Time Delay / OCTD
a. Iset = 150 A
b. TMS = 0.15
c. Curve = Normal Inverse

3. Overcurrent Instantaneous / OCI
a. Iset = 250 A

4. Earth Fault Time Delay / GFTD
a. Iset = 15 A
b. TMS = 0.15
c. Curve = Normal Inverse

5. Earth Fault Instantaneous / GFI
a. Iset = 25 A


a. Untuk mengubah Iset OCTD, pencet tombol RESET berulang-ulang hingga lampu LED berada pada posisi I >/In dan muncul display arus setting.

b. Kemudian pencet dan tahan tombol PROGRAM selama 1 detik hingga muncul angka 1 berwarna merah yang berkedip pada display.

c. Kemudian pencet dan tahan kembali tombol PROGRAM selama 5 detik sehingga semua angka pada display hijau berkedip.

d. Pencet dan tahan sekali lagi tombol PROGRAM selama 1 detik hingga digit paling kanan pada display saja yang berkedip.

e. Karena kita ingin setting ke nilai 150A, nilai Iset menjadi 1.87 (faktor kali CT = 80), maka ubah display angka paling kanan menjadi angka 7 dengan menekan tombol RESET.

f. Pencet tombol PROGRAM untuk menggeser display yang berkedip ke posisi tengah kemudian ubah ke angka 8. Dengan cara yang sama ubah display sebelah kiri dengan angka 1. Sehingga terlihat angka 1.87 pada display berwarna hijau.

g. Pencet dan tahan tombol PROGRAM 1 detik hingga display berwarna hijau berkedip semua seperti point c.

h. Pencet tombol RESET dan PROGRAM bersamaan untuk menyimpan nilai setting.

Untuk mengubah nilai TMS OCTD, Iset OCI, TMS OCI, Iset GFTD, TMS GFTD, Iset GFI, TMS GFI pencet tombol RESET berulang-ulang hingga lampu LED berurutan berada pada posisi tk>[s], I>>/In, t>[s], I0>/In, t0k0>[s], I0>>/In, t0>[s] kemudian ubah nilainya dengan cara yang sama dengan point b sampai point h.

Sedangkan untuk karakteristik kurva relaynya disetting dengan checksum SGF. Karakteristik kurva ditunjukkan sesuai kriteria sbb :

~Overcurrent
Normal inverse = SGF1/1, SGF1/2, SGF1/3 : 1 1 0

~Earth Fault
Normal inverse = SGF1/6, SGF1/7, SGF1/8 : 1 1 0

Kemudian angka tersebut dimasukkan ke SGF1 dengan checksum sebagai berikut :

SGF1/ Pos.
Weight
Value
1 1 x 1 = 1
2 1 x 2 = 2
3 0 x 4 = 0
4 0 x 8 = 0
5 0 x 16 = 0
6 1 x 32 = 32
7 1 x 64 = 64
8 0 x 128 = 0

______________________________

Checksum = 99

Pencet tombol RESET berulang-ulang hingga lampu LED berada pada posisi SGF. Kemudian isikan nilai 099 dengan cara yang sama dengan point b sampai point h.


Demikian tutorial ini saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Monday, November 28, 2016

Simulasi Analisis Stabilitas Transien dengan ETAP 12

Asumsi saya, pembaca yang budiman sudah punya dasar teori tentang stabilitas transien. Namun untuk membantu, berikut link artikel yang cukup bagus mengenai materi ini.


File project yang saya simulasikan pada proyek kali ini, dapat Anda request di : nathan_te09@hotmail.com.

Oke langsung saja ke langkah-langkahnya :

Pada project ini, simulasi dilakukan dengan case clearing gangguan hubung singkat pada bus generator 2 pada moment tertentu serta pengaruhnya pada stabilitas transien generator 1 dan generator 2.

1. Load project atau gambar single line sebagai berikut:


Dengan data sbb :
a. Power grid : 10000 MVASc, 345kV

b. Gen 1 dan Gen 2 adalah generator yang identik dengan daya 1170.27 MW, 25 kV, PF 90% dengan data :
- Imp/Model (sesuai gambar berikut)


- Inersia (H) Prime Mover 0.5 dan Generator 3.5
- Tipe Exciter AC2 menggunakan sampel data ETAP
- Tipe Governor ST2 menggunakan sampel data ETAP


c. Mtr 1 yakni beban motor induksi 2x5000HP, 4 kV dengan data :
- Model CKT; Single 2; HV-HS-HT MV4700HP4P, pilih Update
- Inersia (H) Motor 1.1 dan Load 0.5
- Model Load COMP CENT


d. Beban dengan data sbb :
- Lump 1 : 0.75 MVA, 0.48kV, PF 89%
- Lump 2 : 0.65 MVA, 0.48kV, PF 87.5%
- Lump 3 : 0.89 MVA, 0.48kV, PF 93%
- Lump 4 : 0.80 MVA, 0.48kV, PF 90%

2. Set pada mode Transient Stability Analysis


3. Buka Edit Study Case

4. Pada tab Event masukkan Total Simulation Time 40 sec. dan Plot Time Step 50. Kemudian, tambahkan Event 1 pada detik 1.000 dengan Action : 3 Phase Fault pada bus Gen2 Bus (Gangguan hubung singkat)

5. Pada tab Plot, pilih Gen1, Gen2, Mtr1, Gen1 Bus, Gen2 Bus

6. Run TS Study dengan judul output : FaultGen2Bus

7. Klik Transient Stability Plots (Icon Diagram Batang), pilih plotting untuk Gen1 dan Gen2 kemudian centang Generator Relative Power Angle.


8. Perhatikan. Sudut Daya (Relative) Gen2 melebihi 180 derajat (slip) pada detik ke 1.400


9. Buka kembali Edit Study Case, tambahkan Event2 pada detik 1.400 (0.4 setelah gangguan) dengan Action Clear Fault pada Gen2 Bus.

10. Run TS Study dengan judul output : ClearFault0_4S. Perhatikan kembali. Sudut Daya (Relative) Gen2 masih melebihi 180 derajat (slip).


11. Coba ganti Event 2 dari detik 1.400 ke 1.300, kemudian run dengan judul output : ClearFault0_3S. Maka akan tampak bahwa generator dapat kembali stabil tanpa slip.


Untuk memperhalus gelombang transiennya, pada simulasi ini digunakan over/under voltage.

12. Set VR1 pada kondisi In Service dan tambahkan dua UnderVoltage Control Interlock : 70 V% untuk CB14 dan CB15 kondisi Open dengan delay 0.002 detik.

13. Set VR2 pada kondisi In Service dan tambahkan dua OverVoltage Control Interlock : 90 V% untuk CB14 dan CB15 kondisi Close dengan delay 1.000 detik.

14. Set VR3 pada kondisi In Service dan tambahkan dua UnderVoltage Control Interlock : 70 V% untuk CB13 dan CB16 kondisi Open dengan delay 0.002 detik.

15. Set VR4 pada kondisi In Service dan tambahkan dua OverVoltage Control Interlock : 90 V% untuk CB13 dan CB16 kondisi Close dengan delay 1.000 detik.


16. Run dengan judul output : ClearFault0_3SWithVR.

Demikian tutorial ini saya perbuat. Pertanyaan, saran dan kritik dari pembaca dapat disampaikan melalui kolom komentar atau melalui email. Terimakasih.

About me

My Photo
Nathan Sitohang
I'm a Bataknese Christian.
I was born in Tarutung, North Sumatera.
In 2009, I moved to Jogja to attend college for 4 years.
I am currently work in a small city at North Sumatera.
View my complete profile