Posts

Korona

Gw tadinya berada di posisi tengah dalam menyikapi Covid 19. Di satu sisi, gw lebih percaya teori konspirasi, Covid 19 hanyalah akal-akalan belaka. Di sisi lain, gw juga nerapin protokol pencegahan Covid 19 mulai dari cek suhu tubuh, pakai masker, cuci tangan, mandi dan ganti pakaian setiap kali balik dari luar, berjemur, dll. Pagi tadi gw nelpon 2 orang temen yg sudah hampir 1 bulan dirawat di RS akibat terinfeksi Covid 19. Puji Tuhan alhamdulilah mereka saat ini sudah dalam kondisi sehat. Hanya tinggal menunggu swab test lanjutan buat mastiin mereka sudah negatif agar selanjutnya dapat kembali ke rumah. Secara terpisah dan bergantian gw nelpon mereka. Teman yang pertama mengaku bahwa gejala yang dirasakan hanyalah demam biasa dan dalam tiga hari saja sudah siuman. Pemberitaan tentang Covid-19 menurutnya terlalu berlebihan, realita yang dia rasakan tidak semengerikan yang diberitakan oleh media. Hingga di akhir gw tanyain dia, "elo percaya Corona, ndak?". ...

Menulis Perjalanan

Jalan lebar, jalan sempit, jalan lurus, jalan menikung, jalan mulus, jalan berbatu-berkerikil-berduri sudah kita lewati bersama. Danau indah yang disebut surga itu belum terlihat. Danau itu tepat berada di belakang gunung batu nan tinggi yang sedang kita tatap saat ini. Kakiku dan kakimu bergetar. Rasa bimbang dan ragu mulai membayangi. Tak satu pun di antara kita yang paham, ada apa di gunung itu. Konon katanya, jalannya terjal, penuh rintangan dan sangat jauh. Apakah kita lanjut untuk mendakinya bersama, tetap berpegangan tangan?. Ternyata jawaban kita berbeda. Kau pilih untuk rehat dulu dan aku pilih untuk tetap jalan. Pertanyaan selanjutnya, mau sampai kapankah kau merehat? dan bersama siapakah aku melanjutkan perjalanan? Ntahlah, aku sendiri belum tahu, yang jelas aku harus tetap lanjut. Benar, tujuan kita adalah sama, menuju danau itu. Namun waktu dan cara kita berbeda. Berpisah... Berjalan bersama hampir 3 tahun, berpisah menjadi langkah selanjutnya. Lantu...

Memori

Kali ini aku menulis tentang kenangan masa kanak-kanak dulu. Kelak saat otak ini nantinya mengalami penuaan dan memorinya mulai menghilang, aku akan tersenyum membacanya. 1. Jungkat-jungkit mengenaskan Saat itu kami yang kebagian kloter kedua sedang menunggu bus antar jemput TK untuk pulang ke rumah. Aku dan temanku yang bernama Tozi Yaman Zalukhu bermain jungkat-jungkit ( see-saw ). Jleb, aku mengerang kesakitan. My p*nis kejepit di lubang kecil pada papan jungkat-jungkit. Bu guru dengan sigap melarikanku ke RSU Tarutung. Sebelum dieksekusi, aku melihat peralatan-peralatan yang mengerikan seperti gunting, suntik, pinset, dll. Akibat anestesi mungkin yah, aku sama sekali tidak ingat hal apa saja yang dilakukan pada saat pertolongan tersebut. Oh iya, sebagai informasi, saat itu aku memang tidak pake kolor/sempak/celana dalam. 2. Berontak dan melompat Masih pada saat TK. TK-ku, TK Bhayangkari menggunakan mobil antar jemput dengan model mobil patroli/bak terbuka. Tak jarang...

Wisma Kuncoro

Image
Rumah dengan cat merah muda itu punya empat kamar, satu ruang keluarga, satu ruang tamu dan satu ruang makan. Sisi depan rumah tersebut menghadap ke arah utara. Di sisi barat dan timur rumah itu berjejer kamar-kamar kost. Sisi barat ada enam kamar dan sisi timur ada delapan kamar. Kamar mandi tepat berada di belakang bangunan rumah. Yap, kamar mandinya ada di luar. Kamar mandi membentuk formasi 4-1-4. Sebelah timur ada empat kamar mandi, di tengah ada ruang terbuka/tanpa atap yang ukurannya agak luas buat cuci pakaian serta tempat sumur air dan di sebelah barat ada empat kamar mandi juga. Kamar mandi sebelah barat ini beratap beton, yang mana difungsikan sebagai tempat jemur pakaian. Kamar mandi dan rumah dipisahkan semacam teras yang difungsikan sebagai dapur, tempat parkir sepeda motor dan temput jemuran pakaian yang sedikit lebih teduh. Eh hampir lupa, di pojokan sisi barat ada satu kamar lagi yang selalu lembab, sebab sedinding dengan kamar mandi serta di pojokan sisi timur ada ...

Inilah Rangkuman Beragam Peristiwa di Kehidupan Nathan Sitohang Sepanjang Tahun 2019

nathansitohang.blogspot.com , SUMATERA UTARA - Beragam peristiwa telah terjadi selama tahun 2019. Matahari terbit dan terbenam masing-masing sebanyak 365 kali. Untuk mengingat kembali apa saja yang terjadi dalam hidupku selama tahun 2019 dan dalam rangka mendokumentasikannya dalam bentuk tulisan, nathansitohang.blogspot.com telah merangkum beragam peristiwa/kegiatannya selama tahun 2019. 1. Januari Bulan Januari 2019, kondisi kelistrikan di wilayah kerja PLN ULP Sidamanik sangat memprihatinkan, pemadaman aliran listrik berulang akibat gangguan jaringan dan puncaknya tanggal 23 Januari dapat ganjaran berupa sidang engineering dari atasan. Tujuannya jelas, yakni mengurangi atau menurunkan jumlah pemadaman akibat gangguan. 2. Februari Awal bulan Februari 2019, dapat kesempatan untuk cuti, jalan-jalan ke Jakarta bersama hallet. 3. Maret Dapat penugasan untuk mengemban tanggung jawab yang lebih dalam pekerjaan. Kontrakan yang tersisa 2 bulan lagi di Sidamanik d...

Star-Protective Device Coordination dengan ETAP

Image
Proteksi sistem tenaga listrik bertujuan untuk mencegah kecelakaan personil dan juga mengurangi resiko kerusakan peralatan yakni dengan cara mempercepat isolasi komponen yang terkena gangguan dan dengan mengurangi besar arus gangguan. Dalam praktiknya, sebuah sistem tenaga listrik terdiri dari beberapa peralatan proteksi yang fungsinya disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk mendapatkan kinerja yang sesuai, peralatan-peralatan tersebut harus dikoordinasikan dengan baik. Tujuan dari analisis protective device coordination (koordinasi peralatan proteksi) adalah sbb: a. Menentukan rating dan setting peralatan proteksi contohnya antara lain fuse, relay, CB, dan lain-lain. b. Mengisolasi sistem dari gangguan dan/atau overload. Seperti biasa, file project yang saya simulasikan pada proyek kali ini, dapat Anda request di : nathan_te09@hotmail.com . Oke langsung saja ke langkah-langkahnya : 1. Load project atau gambar single line sebagai berikut: Dengan data sbb...

Kaleidoskop 2017-ku

Image
Tak terasa, tahun 2017 akan berlalu. Flashback ke awal tahun baru lalu, seperti biasa, di awal tahun aku ikut-ikutan bikin resolusi. Resolusi pertama, mengakhiri masa-masa "menyendiri". Resolusi kedua, berbagi setidaknya enam tulisan di blog. Tulisan kali ini adalah kilas balik pengalaman-pengalamanku di tahun 2017 yang aku anggap paling menarik di setiap bulannya. Kompilasi foto dari handphone yang sudah ter- backup di laptop cukup membantuku untuk mengingat kembali kejadian-kejadian berikut ini: Januari Akhir tahun 2016, aku, bapak dan mama berangkat ke Jakarta. Agenda utama ke sana adalah penjajakan awal pernikahan si akang, kami pun bertahun baru di sana. Di acara malam pergantian tahun, dapat kabar, sistem kelistrikan Sumbagut blackout . Sumut dan Aceh padam total. Pemulihan memakan waktu hampir 2 hari. Yang menarik saat itu, karena sesuatu hal dan hal lain, aku dapat WA japri dari GM. Februari Tanggal 16 sekitar jam 10 malam dapat kabar...